Showing posts with label Tips and Trick. Show all posts
Showing posts with label Tips and Trick. Show all posts

Show

Hai NV's Visiters! Selamat datang ^_^

Bagaimana kabar mantan kamu hari ini? Apa mereka baik-baik saja? atau tambah cantik/ganteng? Yang pasti kamu harus fokus sama tujuan hidup kamu ya, jangan mikirin dia terus..




Oke, kali ini Nanta akan membahas tips mengenai menulis kreatif, yaitu bagian "Show, don't tell." Ya, tunjukkan, jangan beritahu.

Nasihat ini sering kamu dengar, dan nasihat itu mungkin akan membuat kamu berpikir bahwa segalanya harus dipertunjukkan agar cerita anda menjadi baik. Baiklah, kita akui, itu nasihat yang baik. Jika kamu menceritakan sesuatu kepada orang lain, orang itu mungkin percaya mungkin tidak, namun jika kamu mempertunjukkan sesuatu kepada mereka, mereka akan percaya. Itulah sebabnya mempertunjukkan apa yang dilakukan oleh karakter akan lebih efektif ketimbang menceritakannya kepada pembaca bahwa seseorang telah melakukan sesuatu.

Seperti apa contoh “mempertunjukkan” itu? Apakah seperti penggalan di bawah ini?
Yori menyantap sarapannya, kemudian mandi dan pergi ke warung. Di warung ia bertemu dengan seorang pria dan mereka bercakap-cakap beberapa waktu. Yori menyukainya tetapi pria itu menolak cintanya. Kemudian Yori kembali ke rumah. Norak sekali? Begitulah, tetapi kira-kira penggambaran itu mendekati apa yang disebut “show, don’t tell”. Apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya? Kita perlu menambahkan sejumlah detail, terutama dialog dan action.

Yori menatap makanan yang sudah menjadi dingin di depannya. Empat hari lalu ia makan tempat ini dan seorang pelayan rumah makan secara tak sengaja menyenggol meja dan menumpahkan minumannya. Pria itu meminta maaf dan buru-buru mengeringkan genangan minuman di meja. Sejak peristiwa itu, senyum dan aroma  itu seperti terus mendekam di dadanya. Kini ia datang lagi dan berharap bisa bertemu lagi dengan pria itu, bertukar senyum dan, jika memungkinkan, berkenalan dengannya. Tapi pria itu tak ada. Sudah dua jam ia duduk di rumah makan ini dan pria itu tidak tampak sama sekali. Akhirnya, dengan gerak malas, ia menyantap makanan yang dipesannya dan memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu.
Ketika ia baru mau bangkit dari tempat duduknya, tiba-tiba tercium olehnya aroma segar yang seperti sudah dikenalnya sangat lama. Ia menolehkan kepalanya mencari sumber wewangian. Pria yang dinantinya berdiri di ambang pintu sedang melangkah masuk.
“Hai!” sapa pria itu, suaranya terdengar lembut dan matanya begitu cerah.
Yori tak tangkas menjawab sapaan itu. Mulutnya terkunci beberapa detik dan kemudian tersenyum dengan cara yang ia rasakan sendiri tidak wajar. Ia ingin duduk lagi, tapi sudah telanjur hendak keluar.




Jadi, begitulah kira-kira: kita memerlukan detail. Dan pada contoh kedua kamu sudah melihat ada perasaan, pikiran, keinginan, aroma, dan sebagainya yang terlibat di dalamnya, kan? Dengan cara itu kita bisa mengajak pembaca masuk ke dunia rekaan yang kita sampaikan. Kamu akan membaca lebih jauh lagi tentang detail ini dalam Deskripsi Lima Indera.

Di samping itu, anjuran “show, don’t tell” ini disampaikan karena kita sering menjumpai kecenderungan untuk mengobral kata sifat. Misalnya: Gadis itu sangat cantik.Hatinya baik. Dan lebih dari itu, ia seorang yang sangat ramah pada siapa saja. Ini jelas jelas telling. Untuk menghindari hal itu?
Lihat lagi contoh di bawah ini:

Di sebelahku duduk seorang gadis bermata biru. Alisnya yang tebal seperti bentangan sayap elang. Rambutnya hitam berkilau dan menggelombang menyentuh punggungnya.
 
Pelukisan tentang gadis itu sudah lebih kaya, beberapa detail tentangnya sudah ditunjukkan kepada kita. Namun, apakah itu showing? Oh, tidak! Itu masih telling. Dengan cara itu penulis masih semata-mata menuturkan kondisi fisik si gadis. Jika anda berpanjang-panjang menceritakan detail dengan cara itu, pembaca anda bisa pingsan karena bosan.
Sekarang perhatikan satu contoh lagi:
Gadis itu terbatuk-batuk dan kupikir itu batuk yang dibikin-bikin. Aku menoleh ke arahnya. Kami saling berpandangan, dan aku sedikit gelagapan melihat mata birunya menusukku tajam. Aku mencoba tersenyum, tetapi ia mengerutkan keningnya sehingga ujung-ujung alisnya bertemu. Alis tebalnya seperti elang yang membentangkan sayap dan siap mematukku. Sebelum aku bisa menguasai kesadaranku, ia sudah melangkah meninggalkan aku. Cahaya sore membuat rambut hitamnya yang bergelombang menyentuh punggung itu berkilau indah.
Nah, yang terakhir itu terasa lebih menarik sebagai cara untuk menunjukkan sesuatu. Kita tetap mendapatkan informasi bahwa gadis itu bermata biru, beralis elang, dan berambut hitam menggelombang. Namun informasi itu disampaikan dengan cara yang lebih hidup, melibatkan tindakan tertentu, dan tidak melulu seperti memperkenalkan benda mati.
Jadi, yang perlu kamu ingat adalah:
· Ketimbang menyampaikan bahwa Gina adalah seorang perempuan penyayang, lebih baik tunjukkan bagaimana ia selalu menjadi orang pertama yang menengok temannya yang sedang sakit, selalu memberikan dorongan pada orang lain yang putus asa, membuka diri setiap saat untuk membantu kesulitan orang lain.
· Ketimbang mengatakan bahwa Noka adalah tukang sulap berbakat, lebih baik tunjukkan sambutan orang-orang pada pertunjukannya dan bagaimana ia menanggapi tepuk tangan yang ditujukan kepadanya. Tunjukkan bagaimana ia mengayunkan tongkat sulapnya.
· Ketimbang mengatakan bahwa Silmi adalah gadis manja, lebih baik tunjukkan bagaimana cara dia uring-uringan. Seorang gadis manja akan menunjukkan tabiatnya hanya karena masalah payung, sepatu, atau sepotong kue.

Oke, mungkin hanya itu informasi yang bisa Nanta bagi pada postingan kali ini. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya..

Sa

Menulis Cepat ~ Menulis dan Mengedit

Hai NV's Visiters! Selamat Datang ^_ ^


Bagaimana kabar akun sosmed kamu hari ini? Tentunya sudah kamu manjakan, bukan? Nanta hanya mengingatkan nih, kalau sedang melakukan sesuatu harus fokus ya. Jangan biarkan sosmed menghambat prestasi kamu,okee...?




Kali ini Nanta ingin memberi kamu tips nih, tentang "Menulis Cepat: Menulis dan Mengedit". Kamu tentu tahu bahwa menulis dan mengedit (kata lain: menyunting) adalah kegiatan yang berbeda, bukan? Maka dari itu, Nanta tidak menyarankan untuk melakukan dua kegiatan itu secara bersamaan karena akan memperlambat waktu pengerjaan naskah kamu. 

Pernahkah kamu menghapus kalimat-kalimat yang sudah kamu tulis? Pernahkah kamu sering berhenti dan bengong lama sekali di depan laptop? Nanta tahu sebabnya. Itu karena kamu ingin menghasilkan tulisan yang sangat-sangat bagus saat itu juga. Kamu menulis sambil  mengedit, kamu menuangkan isi pikiran dan sekaligus menyensornya. Karena itulah kamu merangkak lambat sekali.


 " Tidak selamanya ber-multitasking itu menguntungkan. That's the fact." ~ Nanta
Harus Nanta akui, ketika sedang menulis, sering (tanpa sadar) kita melakukan dua pekerjaan secara bersamaan. Dua pekerjaan itu adalah: memproduksi tulisan (tindakan menuangkan isi pikiran) dan mengedit. Mengerjakan dua hal sekaligus ini membuat kita menulis secara tersendat-sendat dan tidak maju-maju. Sering kita menghapus lagi kalimat-kalimat yang sudah kita tulis. Mungkin kita menghabiskan waktu lama di depan media tulis dan hanya menghasilkan sedikit tulisan.

Sebuah tulisan yang baik selalu dihasilkan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah menuangkan isi pikiran. Tahap kedua barulah editing. Pisahkan keduanya. Jangan menulis dan mengedit secara bersamaan. Tumpahkan saja terlebih dulu semua gagasan yang menyumpal di kepala kamu. Jangan pedulikan apakah susunan kalimatnya bagus atau buruk. Kita tidak bicara tentang keindahan dalam proses memproduksi gagasan ini. Di tahap ini, yang lebih penting bagi kamu adalah menumpahkan semua yang ingin anda sampaikan. 

Anggap saja kamu akan memasak sesuatu dan sekarang adalah saatnya berbelanja, atau jika kamu membayangkan diri sebagai seorang tukang bangunan, anggap saja kamu sedang mengumpulkan pasir, batu-batuan, dan semen untuk membangun gedung atau jembatan. Pasir, batu, dan semen tentu tidak akan pernah kita nilai keindahannya. Yang dinilai keindahannya adalah bangunan yang tercipta dari bahan-bahan tersebut. Editing adalah proses yang bisa dipersamakan dengan tahap kita menyusun batu bata, pasir dan semen menjadi sebuah bangunan.


Jadi, jika semua yang mengganggu tempurung kepala kamu sudah kamu tumpahkan, barulah kamu bisa melakukan editing. Sebab, bahannya sudah tersedia di depan mata kamu. Ubah susunannya kalau perlu. Buang mana yang menurut kamu tidak tepat. Pikirkan pilihan kata yang menurut kamu paling kuat.

Misalnya, kamu sudah menulis: Remaja itu terus-terusan berbicara tentang keburukan temannya. Dalam proses editing, kamu merasa kalimat ini terlalu biasa, lalu kamu bisa saja mengubahnya dengan: Gadis itu tak pernah berhenti bergosip. Kata remaja yang menurut kamu kurang kuat dalam proses editing bisa diganti dengan gadis, kata terus-terusan bisa diganti tak pernah berhenti. Itu contoh paling sederhana tentang editing. 

Jadi? Tumpahkan saja dulu isi kepala kamu. Sesudahnya baru kamu susun tumpahan itu menjadi sesuatu yang paling indah menurut kamu. Proses seperti ini dilakukan oleh semua penulis yang baik. Mungkin hanya penulis yang tidak sabaran yang selalu ingin menulis sekali jadi. Ernest Hemingway bahkan mengakui, dalam salah satu wawancaranya, bahwa ia menulis bagian akhir dari novel Pertempuran Penghabisan sebanyak 39 kali. Ketika sang pewawancara menanyakan apakah ada problem teknis di sana, Hemingway menjawab, “Menemukan kata-kata yang tepat.”

Oke, sekian dulu ya..
Salam hangat,
Nanta.

Penggunaan Tanda Baca Titik (.)

Hai NV's Visiters! Selamat datang ^_^


Sebelum ke intinya, Nanta mau tanya dulu nih..
Bagaimana tentang tujuan kamu? Apakah hari ini ada yang tercapai? Semoga yang tujuannya masih belum tercapai dikuatkan oleh Allah SWT agar tujuannya dapat tercapai. Amiin




Kali ini Nanta akan menjelaskan sedikit informasi tentang EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan terkait penggunaan tanda titik (.). Sebelum ke penjelasan, kamu sudah tahu belum tentang tanda titik dan fungsinya?



Bentuk Tanda Titik kurang lebih seperti gambar diatas. Nah, jika ingin tahu fungsi atau penggunaannya  akan Nanta Jabarkan dibawah ini:

1. Titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
  • Aku membaca buku.
*Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.

2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam satu bagan dan daftar.
  • III. Depaertemen Dalam Negeri
  • A. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
  • B. Direktorat Jenderal Agama
3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka yang menunjukkan waktu.
  • pukul 2.47.23 (pukul 2 lewat 47 menit 23 detik)
4. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan.
  • Muslich, Masnur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
  • Kota itu berpenduduk 13.000 orang.
6. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
  • Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
  • Nomor Giro 033983 telah saya berikan kepada Mamat.
7. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.

  • Irwan S. Gatot
  • George W. Bush
*Apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
  •   Dwiki Halla
8. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan
  • Dr. (doktor)
  • S.E. (sarjana ekonomi)
  • Kol. (kolonel)
  • Bpk. (bapak)
9. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
  • dll. (dan lain-lain)
  • dsb. (dan sebagainya)
  • tgl. (tanggal)
  • hlm. (halaman)

10. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat
  • DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
  • SMA (Sekolah Menengah Atas)
  • PT (Perseroan Terbatas)
  • WHO (World Health Organization)
  • UUD (Undang-Undang Dasar)
  • SIM (Surat Izin Mengemudi)
  • Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
  • rapim (rapat pimpinan)
11. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
  • Cu (tembaga)
  • 52 cm
  • l (liter)
  • Rp350,00
12. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.

  • Latar Belakang Pembentukan
  • Sistem Acara
  • Lihat Pula
13. Tanda titik tidak dipakai pada pertengahan kalimat tanya. Apabila memakai tanda titik, maka kalimat sebelum titik menjadi kalimat pernyataan. Bentuk yang benar adalah dengan menggunakan tanda koma.

  • Kalau saya tidak membantu, bagaimana Anda dapat menyelesaikannya?

Mungkin itu saja aturan-aturan si tanda titik ini. Terima kasih bagi kamu yang menyimak dengan teliti.By the way, bagaimana infonya? Semoga bermanfaat ya. Jangan lupa kritik dan/atau sarannya, jika ada, mohon disampaikan.

Salam hangat, Nanta~

Penggunaan Tanda Baca Koma (,)

Hai Nv's Visiters! Selamat datang!


Bagaimana kabar rekan-rekan kalian? Apa hubungan kalian baik-baik saja? Semoga rekan kalian yang sedang marah, sedih, sakit, dan sebagainya diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Amiin



Oke, kali ini Nanta akan membagikan sedikit pengetahuan di bagian EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan terkait Penggunaan Tanda Baca : "Koma (,)". Namun, Nanta sebelumnya ingin bertanya nih. Kamu sudah tahu belum tentang tanda baca koma beserta fungsinya?

Tanda koma bentuknya kurang lebih seperti karakter di atas. Nah, kalau fungsinya? Berikut penjabaran Nanta tentang penggunaan atau fungsi tanda baca koma.

*abaikan keanehan kalimatnya :v

1. Tanda koma dipakai di antara suatu perincian atau pembilangan.
  • Satu, dua, tiga!
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi dan melainkan.
  • Saya ingin pergi, tetapi calon mertua melarang.
3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat mendahului induk kalimatnya.
  • Kalau saya mendapatkan uang, saya akan pergi ke Bali.
d. Tanda koma dipakai di belakang ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. 
  • Jadi, kita harus hormat pada calon mertua.
e. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata "o, ya, wah, aduh, kasihan, loh, dsb" dari kata lain.
  • Aduh, kakiku sakit!
f. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain.
  • Kata Gita, “Calon mertuaku akan membeli baju.”
g. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
  • Sdr. Rianto, Jalan Pahlawan 3, Malang
  • Depok, 13 April 2001
h. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik dalam susunannya dalam daftar pustaka.
  • Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
i. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik.
  • Sinta Listiawati, S. E.
j. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara mata uang dan sen.
  • 13,5
  • Rp 50,25

Sekian postingan kali ini. Semoga tulisan yang sangat sederhana ini bisa membantu kamu dalam menulis dan mengoreksi kesalahan ejaan dalam ujian-ujian sekolah. See you in another post ^_^


Salam Hangat~

Nanta_Ryo

Menulis Cepat ~ Tidak Ada Waktu ? (Part 2)

Hai NV's Visiters! Selamat datang ^_^


Bagaimana kabar dengan tangan kalian? Apa mereka sehat? Semoga yang tangannya sedang pegal sehabis bekerja, cepat pulih ya..


(Isaac Asimov, 1920-1992)

Oke, langsung saja lanjutkan bacanya..

Isaac Asimov, orang yang memiliki reputasi bagus sebagai penulis fiksi ilmiah, sama sekali tidak takut untuk mengakui bahwa cara ia menulis adalah "simpel dan apa adanya". Karena itulah ia bisa menulis cepat. Dan karena bisa menulis cepat,  Nanta yakin sekali bahwa Isaac Asimov adalah penulis yang baik. Sebaliknya, karena ia penulis yang baik, maka ia bisa menulis secara cepat. Setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, ia hampir selalu mengerjakannya dengan cepat- lebih cepat- dibanding orang-orang yang tidak mampu bekerja dengan baik.


Orang-orang yang bekerja dengan baik selalu menguasai detail, menguasai teknik, menguasai proses dan persoalan. Dengan penguasaan itu lahirlah kecakapan. Dan kecakapan akan selalu berdampingan dengan kecepatan pengerjaan.


Lantas, apa yang dimaksud Isaac Asimov dengan istilah " menulis simpel dan apa adanya" ?


Mungkin itu nasihat agar kita selalu menjadi diri sendiri. Dalam hal menulis, yang perlu kamu lakukan adalah menuturkan segala sesuatu yang ada di benak kamu dengan cara kamu sendiri, dengan gaya bahasa kamu sendiri. Salah satu yang membuat kamu macet menulis adalah karena tiba-tiba kamu mencoba menggunakan cara ungkap yang berbeda dari cara ungkap kamu sehari-hari. Tiba- tiba kamu tergoda untuk memasukkan kata-kata "besar" atau menyusun kalimat-kalimat yang "mendayu-dayu" atau membuat lukisan-lukisan yang puitis. Kalaupun tidak macet, hasillnya mungkin norak dan kamu mungkin akan membuat pembaca karyamu tidak paham.

"Apakah ia pikir kekuatan emosi lahir dari kata-kata besar? ... Ada kata-kata yang lebih simpel, dan lebih lazim; itulah yang kugunakan."
Ernest Hamingway (1899-1961)



Demi menghasilkan tulisan yang baik, kamu mestinya menulis sebagaimana kamu bicara. Jika menulis dengan cara itu, tulisan kamu akan selalu bisa dipahami pembaca.


Tidak ada kalimat yang ruwet. Tulisan kamu tidak akan disalah-pahami. Ketika kamu bercakap-cakap dengan teman kamu, kamu tidak  akan mau meruweti percakapan dengan menggelembungkan kata-kata dalam setiap kalimat yang kamu tuturkan. Kamu hanya bicara dengan cara yang mudah dipahami, dan dengan gaya apa adanya (kecuali kalau kamu politisi :D ,lalu menganggap te,man kamu sebagai konstituen partai kamu).


Kamu sudah menguasai seni berbicara. Kamu sudah melakukannya bahkan usia ketika usia  kamu baru beberapa bulan, dan kamu telah mengasah,  mempraktikkan, dan mengembangkan keterampilan berbicara kamu setiap hari sepanjang hidup kamu.


Kamu bicara secara cepat karena kamu tahu bagaimana bicara. Kamu tahu apa yang ingin kamu sampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya. Dan kamu bisa bicara cepat karena kamu tidak berpikir sangat keras untuk menemukan kata-kata besar dan kalimat-kalimat ajaib.


Jadi, menulislah cepat. Menulislah tanpa menyensor diri. Menulislah seperti kamu bicara dengan teman dekat kamu. Kenapa harus lama untuk menuliskan draf pertama? Kamu toh masih punya kesempatan berikutnya untuk memperbaiki draf tersebut. Jangan habiskan waktu kamu untuk bertarung alot pada draf pertama. Kamu akan cepat kelelahan.


Sebaliknya, dengan menulis cepat, kamu akan menyelamatkan dua hal sekaligus: mood dan waktu kamu. :)

Sekian dulu ya..
Salam hangat,
Nanta.

Menulis Cepat ~ Tidak Ada Waktu ? (Part 1)

Hai NV's Visiters! Selamat datang ^_^

Bagaimana waktu kamu hari ini? Apakah dapat kamu manfaatkan dengan baik? Atau sebaliknya? Semoga yang kurang memaksimalkan waktunya hari ini dapat berubah ya.. Aamiin..



Oke, kali ini Nanta akan menyarankan sebuah  tips tentang menulis cepat bagi kamu yang merasa tidak punya waktu menulis. 


Jika kamu punya waktu jalan-jalan, untuk jajan, untuk menonton TV berjam-jam, kamu seharusnya punya waktu untuk menulis. Kamu bisa jajan di mana saja dan kapan saja. Kamu pun bisa menulis di mana saja dan kapan saja.


Seorang penulis yang baik biasanya juga pencatat yang baik. Mereka mencatat hal-hal penting yang mereka dapatkan dari bacaan. Mereka mencatat kejadian-kejadian yang menarik perhatian mereka. Mereka mencatat di mana saja. Mungkin di cafe, mungkin di warung makan, mungkin di tepi jalan. Karena itulah soal sempitnya waktu rasanya merupakan alasan yang tidak masuk akal.


Kamu tidak punya laptop untuk melakukannya di mana-mana? Asal kamu tahu, kamu memang hanya butuh buku catatan dan beberapa pena.Kamu tidak perlu nyombong dengan mendemonstrasikan pemakaian laptop kamu di trotoar. Kamu tidak perlu membawa laptop kamu ke warung sate, di pinggir sungai, atau di depan bioskop.




Sisihkan lima sampai sepuluh menit waktu kamu : ambillah kertas dan pena. lalu menulislah. Dengan cara demikian kamu akan merasakan bahwa kamu tidak memerlukan mood untuk menulis, Mood adalah sesuatu yang harus di singkirkan jauh-jauh jika ia menjadi urusan yang menghambat kerja penulisan kamu.


Jadi, abaikan saja mood kamu. Jika kamu merasa waktu kamu terlalu sempit untuk menulis, maka menulislah secepat-cepatnya dalam waktu yang sempit. Menulislah apa adanya, seperti kamu bicara. Rahasia seorang penulis fiksi ilmiah yang produktif dan terkenal, Isaac Asimov, pernah mengungkapkan rahasia produktivitasnya, "Saya menjadi produktif, saya rasa, karena saya menulis secara simpel dan apa adanya."


Karena rahasianya itulah ia bisa menulis cepat. Dan karena bisa menulis cepat, Nanta yakin sekali bahwa Isaac Asimov adalah penulis yang yang baik. Sebaliknya,karena ia penulis yang baik, maka ia bisa menulis dengan cepat. 


Sorry teman-teman, karena kepanjangan, saya lanjutin di part 2 ya, hehe..
Wait! What the...?


Salam Hangat,
Nanta

Menulis Cepat ~ Mood

Hai NV's Visiters! Selamat Datang ^_^


Bagaimana kecepatanmu bekerja hari ini? Apakah kamu bekerja sangat cepat? Sedang? Atau malah lambat. Tidak apa jika kamu bekerja dengan lambat hari ini, mungkin saja itu akan membawa berkah bagimu, iya kan? Biar lambat asal selamat, hehe..



Oke, kali ini kita akan membahas sebuah topik, yakni Menulis Cepat. Menurut beberapa orang yang pernah mengikuti kelas menulis mengaku merasa muak dengan tulisan yang sudah ia kerjakan berhari-hari atau beberapa minggu. Perasaan muak itu membuatnya kehilangan semangat untuk melanjutkan tulisannya. Kasus lain yang juga cukup sering terjadi pada pemula yang mengikuti kelas menulis adalah mereka 'tak tahu lagi bagaimana melanjutkan cerita buatannya. Cerita yang sudah meraka mulai beberapa waktu tiba-tiba seperti 'tak bisa dilanjutkan kemana-mana. Segalanya tiba-tiba mandek, tidak jelas, atau kehilangan fokus, atau penulisnya sendiri kehilangan mood untuk melanjutkannya.


Apakah kamu juga mempunyai pengalaman seperti itu? Atau kamu bingung mengatur waktu kamu? Kamu merasa tidak punya waktu menulis?



Di antara berbagai masalah yang membuat orang tersendat-sendat : dua yang pernah saya baca di grup menulis online adalah masalah mood dan 'tak adanya waktu menulis. Keduanya merupakan alasan yang tidak masuk akal.


Nanta curiga bahwa mood sebetulnya hanyalah alasan untuk berhenti bagi orang yang tidak terampil menulis. Jika kamu tetap menulis, jika kamu menulis cepat, kamu tidak akan pernah mengeluh soal mood. Dis samping itu, Nanta yakin bahwa mood adalah melulu soal pikiran, seperti juga hal-hal lain. Jika menanam prasangka baik di dalam pikiran kamu bahwa saat mood ini kamu sedang bagus-bagusnya untuk menulis, maka kamu pasti akan menulis. Jika kamu berpikiran baik bahwa kamu harus tetap menulis dalam suasana hati seperti apa pun, maka kamu pasti akan tetap menulis.


Oke, ini baru bagian "Mood". Silahkan baca bagian "Tidak punya waktu."


Salam hangat,
Nanta.

Menulislah yang Buruk

Hai NV's Visiters! Selamat Datang ^_^

Bagaimana kabar buku kamu? Apakah dia masih kosong? Atau sudah terisi penuh dengan tulisan?
Semoga yang bukunya kosong cepat terisi oleh tulisan ya.



Nanta bukannya ingin menyinggung atau meledek, apalagi ngajak berantem. Bukan, Nanta disini hanya ingin menyarankan kepada kamu untuk tetap menulis, meskipun buruk. Terus terang, Nanta sendiri selalu menulis buruk untuk menghasilkan draf pertama (baru selesai). Apa itu artinya? Artinya, draf pertama itu tentulah tulisan awal, dimana cerita yang dihasilkan melompat-lompat, alurnya kacau, kalimatnya juga tidak indah sama sekali, dan sebagainya yang masih sangat perlu untuk diedit


Tapi, kacau bukanlah akhir, iya kan? Sesuatu yang kacau itu masih lebih baik ketimbang tidak ada sama sekali. Selesai dengan draf yang buruk itu masih lebih baik ketimbang hanya merenungi kertas kosong berjam-jam. A.S Laksana (penulis) pernah menerangkan strateginya untuk menulis di dalam bukunya, "Biasanya, saya membuat draf pertama dengan tulisan tangan, baru kemudian saya salin di komputer. Itu memudahkan saya bekerja"

Dengan draf buruk, kamu memiliki kesempatan yang lebih baik, yaitu mengeditnya. Akan tetapi, jika kertas kamu masih tetap kosong, kamu hanya memiliki kesempatan untuk bengong lagi.


Nanta tahu bahwa kamu, seperti banyak orang lain yang berminat menulis, pasti ingin menghasilkan tulisan yang baik. Oke, itu keinginan yang baik. Paling tidak kamu ingin menulis sebagus dan sesempurna karya-karya para penulis yang kamu sukai (jika kamu memiliki penulis idola) atau menulis karya yang orisinal (jika kamu tidak suka membaca). 


Tentu Nanta ingin sekali melihat kamu menghasilkan karya yang sangat baik, yang bisa Go-Internasional. Dan kamu pun tentu ingin menulis seperti itu, yang karyanya tidak lekang dimakan waktu. Oleh karena itu, biarkanlah diri kamu menulis dengan buruk terlebih dahulu, dan jangan takut gagal di tengah jalan.
\

Saran ini tentu berkebalikan seratus delapan puluh derajat dari saran yang biasa kita baca dan dengar dari kebanyakan kelas menulis. Umumnya, kelas menulis menuntut untuk menulis sebagus mungkin. Namu, keharusan  menulis dengan bagus itu telah membuat banyak orang sulit untuk memulai tulisan mereka dan merasa terbebani. Itu juga membuat mereka tak pernah sungguh-sungguh dan terkadang malah ruwet dengan diri sendiri.


Menulis buruk akan membuat kamu terhindar dari ketegangan yang tidak perlu, membuat kamu terbebas dari beban yang menyumpal di benak kamu. Beban untuk meraih kesempurnaan bisa membuat kamu tersendat-sendat dan tidak menulis apa-apa. Jadi, kamu rileks saja ya...Buat diri kamu menjadi lebih enteng untuk menggerakkan pena atau menekan tuts mesin tulis kamu.


Kamu tahu? Hal-hal yang buruk seperti kotoran sapi sekalipun, tetap bisa dimanfaatkan. Jika diolah dengan benar, sampah dan kotoran tentu bisa menjadi sangat bermanfaat.Nah, apakah kamu juga tahu tentang asal-muasal pembuatan bentuk makhluk luar angkasa dalam film Star Wars ?


Sang empu yang melahirkan Star Wars, mempunya pengalaman menarik dengan sampah. Setelah beberapa waktu buntu memirkan bagaimana sebaiknya wujud makhluk luar angkasa yang hendak ia munculkan dalam filmnya, ia berjalan-jalan dan karena iseng ia mengorek-orek tempat sampah. Di sanalah ia menemukan boneka bebek yang terbakar, dan - eureka! - benda itulah yang memberinya inspirasi  tentang wujud makhluk luar angkasa yang telah lama menyiksanya.


Bercermin dari ilustrasi dl atas, dapat kita simpulkan bahwa draf pertama yang buruk, ketika ia ada, akan jauh lebih baik dibandingkan tulisan yang sempurna tetapi tidak ada sama sekali.


Ingat: "Kamu tidak akan pernah bisa mengedit tulisan yang tidak pernah ada."


Oke, sekian dari Nanta. Lanjutkan bacanya ya ke bab berikutnya, "Menulis Cepat."

Action! Itu Saja

Hai NV's Visiters! Selamat datang ^_^



Bagaimana pekerjaan kamu hari ini? Apa semuanya berjalan dengan lancar? Semoga kamu yang sedang kurang fokus segera diberikan kekuatan untuk fokus ya.. dan juga kamu yang sedang kurang fit, semoga diberikan kesehatan agar kinerjanya di hari esok bisa lebih baik. Amiin.


Baik, di kesempatan kali ini Nanta akan memberikan sebuah tip lagi agar kamu bisa menjadi penulis kreatif. Kenapa cuma satu sih? Pelit banget. Mungkin karena manusia itu dalam belajar harus desparcito (pelan-pelan) kali ya, hehe...

”Mulai” adalah kata yang penuh kekuatan. Cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu adalah, “mulai”.Tapi juga mengherankan, pekerjaan apa yang dapat kita selesaikan kalau kita hanya memulainya. (Clifford Warren)

Jadi, kamu ingin menulis? Mulai Menulislah! Apapun bakat kamu, apapun kesukaan kamu. Menulis sekarang juga. Oke?


Seorang remaja bisa saja tiba-tiba berubah menjadi seorang penyair yang sangat produktif bila hatinya dalam kondisi yang tidak biasa (bahagia) , seperti saat sedang jatuh cinta. Ia memompa kekuatan imajinasi, mengerahkan seluruh kepiawaian berbahasa, membuat pengandaian dan metafora, dan melahirkan setumpuk puisi.



Bisa juga seorang mahasiswa tiba-tiba menjadi rajin mengerjakan tugas, menyelesaikan makalah yang belum rampung, dan membantu tugas-tugas orang lain yang ia incar saat ia sedang jatuh cinta.

Tapi keduanya mungkin akan menjadi seperti orang mabuk ketika cinta mereka ditolak.

Jika kamu ingin menulis karena mencintai dunia penciptaan, menulislah dalam suasana hati apapun ya..
Ketika kamu sedang patah hati, pusing karena tugas yang semakin menggunung, ketika bahagia karena diterima cintanya, atau bahkan yang otaknya sedang miskin ide, tetaplah menulis!

Tunggu, emangnya kalau kita lagi ngga ada ide tetep bisa nulis? Jawabannya tentu bisa. Yang ngga bisa itu kalau punya ide tapi ngga ada kemauan. Lain waktu akan dibahas kok tentang menulis ketika tak punya ide.

Kamu tentu tahu, tulisan seremeh apapun pasti mengandung ide. Dan tentu kamu juga tahu, ide tidak datang sendiri. Setiap penulis, sehebat apapun dia, tidak pernah hanya ongkang-ongkang kaki di teras rumahnya, menunggu didatangi ide yang luar biasa, benar 'kan? Ia tentu berusaha mencari ilham-ilham tersebut, memancingnya datang, lalu menangkap dan mengemasnya. Menulis apa saja sebenarnya adalah salah satu cara memancing datangnya ide.

Prinsip menulis tidak pernah berbeda dari hal-hal yang manusia umumnya lakukan. Seorang petinju harus tetap bertinju meski ia sedang menjomblo. Perias wanita tentu harus merias wajah mempelai wanita meskipun hatinya sedang hancur karena pria yang ia suka harus menikahi wanita yang sedang ia rias. Seorang komedian tetap harus menghibur meski ia habis dihajar berbagai persoalan di rumahnya. Begitu juga dengan polisi lalu lintas, tukang pos, atau presiden.


Kenapa harus berhenti menulis hanya karena sedang pusing atau sedang tertekan oleh suatu masalah? Kenapa harus berhenti menulis karena tidak punya ide? Jika kamu berhenti, kita berhenti, hanya karena itu, apa jadinya dunia ini? Misalnya, ketika suatu saat tukang pos yang sedang sedih, menolak mengantarkan surat, atau polisi lalu lintas yang sedang berduka, hanya berdiam diri di perempatan jalan?



Karena itu, yang diperlukan hanya action. Jangan biarkan kamu anda menganggur, keyboard atau mesin tik kamu, layar komputer kamu kosong-melompong, dan kertas kamu menguning tanpa isi.

Oke, satu.. dua.. tiga.. menulislah sekarang juga! Dan jika setuju terhadap seruan atau iklan ini, silahkan baca artikel berikutnya: "Menulislah yang buruk!" 

Tangan

Hai NV's Visiters! Selamat datang ^_^

Bagaimana kegiatan menulis hari ini? Menyenangkan? atau malah menyebalkan? Apapun tujuan kalian menulis hari ini, semoga tulisan kalian mendukung masa depan kalian ya.



Oke, jadi sebenarnya hari ini kamu menulis pakai apa sih? Kenapa menulis malah menjadi kegiatan yang menyenangkan atau menyebalkan? Jawabannya sudah pasti tangan. Seperti yang kita tau, kebanyakan dari manusia di dunia ini menulis dengan menggunakan tangannya. Terkait dengan jenis kegiatan menulisnya, manusia kini mempunyai berbagai macam pilihan alternatif. Ada yang mengetik dengan laptop atau mesin tik, berbicara dengan smartphone yang memiliki sensor suara, dan yang paling tradisional adalah menulis tangan.

Menulis cerita menjadi salah satu hobi yang mungkin menjadi sangat menarik bagi segelintir orang. 'Tak jarang, ada beberapa orang yang hobi menulis cerita yang panjang dengan tulisan tangan. Wahhh, hebat sekali tangannya.

Bagi kamu yang ingin menulis cerita, Nanta memberi satu iklan (tawaran) agar kamu bisa menjadi produktif dalam kegiatan kepenulisan.

JADILAH KREATIF, BUKAN INTELEK

Penulis buku jarang intelektual. Intelektual ialah mereka yang berbicara tentang buku yang ditulis orang lain. (Françoise Sagan) 

Satu rahasia sukses penulis terkenal adalah kreativitas. Tapi, bagaimana untuk menjadi kreatif? Mudah. Kamu hanya perlu mendekatkan tangan ke kepala (otak) kamu, dan buat mereka bersahabat. Sesimpel itu ya? Ya. Karena di antara anggota tubuh lain yang kita miliki, tanganlah yang paling dekat hubungannya dengan kepala kita. Tangan sering sekali menjadi pewujud pemikiran-pemikiran kita. Misalnya otak kita berpikir untuk menjahili teman, maka yang akan bekerja lebih banyak tentu tangan, benar bukan? Jika kamu lapar dan berpikir untuk segera makan, maka tangan kamulah yang nantinya akan menyuapkan makanan ke mulut kamu.



Jangan biarkan tangan kamu menganggur, kasihan ia. Kasih tangan kamu pena atau keyboard dan biarkan tangan kamu bekerja sama dengan otak. Seorang penulis pernah berkata dalam bukunya, "Tulis apa saja yang ada dalam pikiran Anda ,dan segala yang berkecamuk di dalam pikiran itu akan menemukan jalan keluarnya".

Jika kamu bukanlah penulis, atau ngga kepingin bekerja sebagai penulis, tetaplah menulis. Kenapa? Karena apa yang ditulis tangan kamu adalah langkah pertama yang akan mewujudkan apa yang ada di kepala kamu.

Ketika kamu menulis, otak kamu merekam dengan baik setiap gagasan kamu. Dengan demikian kamu ngga mudah tersesat dan ngga bakalan kehilangan momentum sebuah ilham. Dalam menekuni disiplin ilmu apapun, tentu kamu perlu menulis agar otak kamu makin terasah (cerdas), agar kamu ngga kehilangan jejak atas semua yang sudah kamu pelajari.